Kehamilan Trimester I di bulan Ramadhan

Yeaaaaa..!

Since I recognized that I am pregnant, in the first of August 2010, we (my husband and I) are veryyyyy happy. We have been expected for a baby for two years after married. And everything is never be the same again. How could it be? Well.. I bet, every married woman must be feel these ways. In different cases, indeed we personally having some fascinating problems to face it.

Let’s move to bahasa.. hehee.. biar suami ga protes kalo baca. (he is the first who complaint a lot to me when i speak in english, nggak njawani katanya.. haha!) <– sewot.com

Trimester pertama kehamilan memang masa yang rawan. Saya merasakannya. Berikut ini adalah yang saya rasakan:

  • Minggu-minggu awal, saya merasakan perut bagian bawah sakiit banget. Kaya ditusuk-tusuk. Mungkin seperti PMS, tapi ini lebih berasa sakit. Apalagi kalo kecapean, gampang banget sakit. Kalo udah gitu saya cuma bisa duduk dan tiduran. Karena lemes banget.
  • Saya juga merasakan badan saya cepet banget capek. Terutama paha kaki. Buat naik turun tangga sekali aja, rasanya kaya naik turun tangga 10 kali.
  • Saya ga bisa lagi bawa chihuahua ke kantor. Karena tiap getaran yang dilaluinya membuat perut saya makin cenut cenut dan cepat capek. Jadi, saya sekarang brangkat kantor by train aja, jd commuter.
  • Wajah saya terlihat pucat (kata temen2 sih gitu), dan seiring dengan itu, rasa malas melanda. Malas ini itu, dll.
  • Flu dan pusing berat! alhamdulillahnya ga sampe batuk. Selain itu demam dan badan juga sakit semua.
  • Mulai nggak doyan makan dan mual-mual. Alhamdulillah ga sampe muntah. Makanan pertama yang sukses bikin saya mual berat adalah makanan kesukaan saya, nasi uduk dan telur. any kind of egg lah, mau didadar, ceplok, bulet utuh, semua bikin mual (hmmpph!!)
  • Pengennya makan yang asin dan asem2 seger. Kaya buah, yoghurt, rujak.
  • Sembeliiiit!! ini nih yang sering bikin perut saya begah.
  • Ga suka makan dengan metode mengulang makan makanan yang sudah dimakan sebelumnya. Misalnya, saya sekarang pengen makan tumis brokoli, untuk jam makan berikutnya jangan harap mau makan tumis itu lagi, walopun masih ada sisa dan masih enak. Udah eneg rasanya. <– ini nih yang bikin bingung suami, hehe.. dia akhirnya dapat giliran ngabisin makanan sisa istrinya mulu..

Itu adalah beberapa case yang saya alami saat hamil di trimester pertama, terutama di minggu2 pertama. Menyenangkan? Hmm.. fifty-fifty. Kehamilan ini membuat saya excited banget, tapi waktu kehamilan di bulan ramadhan membuat saya tidak kebagian puasa penuh.

Sudah 9 hari saya nggak puasa. Pernah coba puasa di hari pertama, hasilnya: tensi turun drastis, dan drop. Kepala kunang-kunang dan lambung sakit sekali kaya diiris-iris. Jadi saya putuskan dengan terpaksa tidak puasa. Suami mendukung untuk hal ini. Walau pada awalnya dia maksain saya buat puasa. Mungkin karena ngelihat istrinya udah kaya mayat hidup, ya dia akhirnya merelakan istrinya ga puasa.

Saya juga merasakan sulit sekali makan. Apapun makanan yang ada di depan mata selalu bikin ga selera. Saya lebih suka makan yang saat itu terlintas di benak saya, dan ga bisa ditawar lagi. Pernah malam2 suami mencarikan pisang raja karena saya pengen banget makan pisang raja. :-p

Untuk mengatasi hal tersebut saya rajin banget minum madu dan konsumsi buah. Vitamin, obat penguat kandungan dan juga susu emesis nggak lupa dilahap juga, biar si jabang bayi dapat nutrisi yang cukup, mengingat selera makan saya jelek sekali di trimester pertama ini.

Flu dan sakit kepala memang sebaiknya dibiarkan saja hingga sembuh. Biarkan sistem imun tubuh kita yang bekerja melawan flu dan sakit itu. Dengan rajin minum madu, makan buah2an dan yoghurt, alhamdulillah flu itu hilang dengan sendirinya. Selama flu, saya menghindari makan gorengan dan makanan yang tidak sehat kaya kornet, sarden, minuman kaleng (karena ada pengawetnya). Alhasil cuma 4 hari flu bertahan di dalam tubuh saya.

Sembelit adalah masalah umum yang dialami ibu hamil. Banyak artikel di internet yang menjelaskan kenapa ibu hamil mengalami sembelit atau konstipasi. Tidak peduli berapa banyak air yang diminum, berkilo2 buah dan berikat-ikat sayuran yang dimakan, tidak menolong perut bebas dari sembelit. Ya kuncinya sabar dan nikmati. Sekali kita buang air besar, pasti akan lega karena semua kotoran keluar dari perut. Setelahnya, perut akan merasa bersiiih banget.. plong! hehe

Lalu gimana sama hubungan seksual? Nah ni dia! Beberapa pasangan ada yang tetap melakukan hubungan seksual pada saat istri hamil di trimester pertama. Tapi ada juga yang tidak melakukannya di tiga bulan pertama karena ingin lebih berhati-hati terhadap janin (karena janin masih rawan). Saya dan suami memilih yang kedua. Kami sangat ekstra hati-hati dalam hal ini. Komunikasi dan diskusi yang intens mengenai hal ini sangat menolong problem sang suami (tahu kaan maksudnya… hehe), termasuk memikirkan bagaimana jalan keluarnya. Karena waktu tiga bulan itu lama lhooo… :-p

Ohya, selama hamil ini, saya dan suami selalu membiasakan diri untuk sholat berjamaah, membaca Quran dan membaca amalan-amalan lain, seperti asmaul husna, ayat qursi, dll. Sesuai dengan firman Allah di surah An Nahl ayat 78:

16:78 Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

وَاللّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لاَ تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ الْسَّمْعَ وَالأَبْصَارَ وَالأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (16:78)

Setelah searching sana sini, saya menemukan juga bacaan yang bagus buat amalan bacaan saat masa-masa kehamilan:

(diambil dari rumahqorma.com)

1) Bismillahhir rahmaanir rahiim
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

2) Alhamdu lillahi rabbil’aalamiin
Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam

3) Allahumma shalli alaa sayyidinaa Muhammad
Ya Allah tambahkanlah kesejahteraan kepada penghulu kami Nabi Muhammad SAW

4) Thibbil quluubi wadawaaihaa
Sebagai pengobat dan penawar hatiku

5) Wa’aafiyatil abdaani wa syifaa ihaa
Penyehat dan penyegar badanku

6) Wanuuril abshaari wa dhiyaa ihaa
Sebagai sinar dan cahaya pendangan mata

7) Waquutil arwaahi waqidza ihaa
Sebagai penguat dan santapan rohani

8 ) Wa’alaa aalihi washahbihi wabarik wa sallim
Dan kepada keluarganya dan para sahbatnya berikanlah keberkahan dan keselamatan

9) Allahummahfazh waladaha maa daama fii bathnihaa
Ya Allah semoga Engkau lindungi bayi ini selama ada dalam kandungan ibunya

10) Washafihii ma’a ummihi antsysyaafii laa syifaa illaa syifaa uka syifaa an laa yuqoodiru saqoman
Dan semoga Engkau memberikan kepada bayi dan ibunya Allah yang memberi kesehatan. Tidak ada kesehatan selain kesehatan Allah, kesehatan yang tidak diakhiri dengan penyakit lain

11) Allahumma shawwirhu fii bathnihaa shuurotanhasanatan
Ya Allah semoga Engkau ciptakan bayi ini dalam kandungan ibunya dengan rupa yang bagus

12) Watsabbit qolbahu iimaanan bika wabiraa suulika
Dan semoga Engkau tanamkan hatinya bayi ini iman kepadaMu ya Allah dan kepada Rasul Mu

13) Allahumma akhrijhu min bathni ummihi waqta walaada tihaa sahlan wasaliman
Ya Allah semoga Engkau mengeluarkan bayi ini dari dalam kandungan ibunya pada waktu yang telah ditetapkan dalam keadaan yang sehat dan selamat

14) Allahummaj’alhu shahiihan kaamilan wa’aaqilan haa dziqaan wa’aaliman aamilan
Ya Allah semoga Engkau jadikan bayi ini sehat, sempurna, berakal cerdas dan mengerti dalam urusan agama

15) Allahumma’alhu thawwil umrahu washahhih jasadahu wahassin khuluqohu wafashshih lisaanaahu
Ya Allah semoga Engkau memberikan kepada bayi ini umur yang panjang, sehat jasmani dan rohani, bagus budi perangainya, fasih lisannya

16) Wa ahsin shautahu li qiira atil hadiitsi wal qur’aan
Serta bagus suaranya untuk membaca hadis dan Al Quran

17) Warfa ‘darojatuhu
Dan tinggikanlah derajatnya

18) Wawasi’rizqahu
Dan luaskan rizkinya

19) Wajalhu insaanan kaamilan saaliman fiddunya wal aakhirah
Dan jadikanlah bagi manusia yang sempurna selamat di dunia dan akhirat

20) Bibirakati sayyidina Muhammaddin shallallaahu’alaihi wassallam wal hamdu lillahi rabiil’aalamiina
Dengan berkahnya Nabi besar Muhammad SAW dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam

Aaamin, aamin aamin yaa robbal aalamin
Kabulkanlah doa kami, kabulkanlah doa kami, kabulkanlah doa kami ya Allah seru sekalian alam.

Pada waktu saya buat tulisan ini, mual dan eneg masih saya rasakan. Jadi saya menghindari bepergian dan bertamu dalam jangka waktu yang lama. Semoga setelah 4 bulan nanti, semua akan kembali normal dan janin dalam kandungan saya sehattt!! Amiiin.

Love Curriculum

Sebelum tahun 2006:

Beberapa kali pertanyaan ini mampir ke saya: Sudah punya cowok belum Nis? — Jawab: Belum!

(Masih pengen bebasss..!!)

Tahun 2006 awal:

Pertanyaan itu masih mampir, trus saya jawab “Udah!

Mereka tanya lagi, “Mana? ga pernah keliatan..”

Saya jawab, “Ada. Jarang keliatan kaya hantu..”

Waktu itu saya tengah menjalin hubungan dengan seorang pustakawan dari timur jawa. sejak pertemuan kami di jakarta, kami jarang bertemu. Menurut saya hubungan jarak jauh itu menyenangkan. Gimana nggak enak? Waktu saya ga terbuang percuma untuk pacaran.. Saya masih bisa jalan2 sama temen2 saya, tanpa mesti ribet janjian dan jalan berdua sama pasangan. Pada dasarnya saya lebih suka jalan2 sendiri. kalo pacaran ya lebih suka di rumah aja ngobrol di balkon :p

Tahun 2007 :

Jombloo!! Waktu saya lebih banyak saya habiskan dengan bekerja dan bercengkerama bersama sahabat dan teman2. hanging out, piknik, dll.

pertengahan 2007:

Main ke Jakarta. Saya diajak teman untuk menghadiri sebuah acara di Setiabudi, disitu saya berkenalan dengan seorang rekan pria. Pertemuan sangat singkat. Yang saya ingat, dia orang jawa dan bermata sipit.

Akhir 2007:

Hijrah ke Jakarta. Bekerja pada sebuah lembaga riset, dan saya memutuskan untuk tinggal alias ngekos di Kuningan. Awal desember 2007 saya lagi keluar kosan mo ke carrefour Ambassador, pas lg jalan di genteng ijo, saya disapa oleh seorang pria yg lewat dengan motornya. Saya ingat2, ah ya! dia pria yang saya temui di setiabudi pertengahan tahun ini. Kami ngobrol dan dia menawarkan diri untuk mengantar saya ke carrefour. And the story went to the next step. Tepat di hari terakhir 2008, dia menawarkan diri untuk menemani saya dan teman saya jalan2 ke seaworld. Ada gelagat aneh dari cara dia berbicara, berbahasa tubuh, dll. Kayanya dia suka deh ma saya! hahahaaaa… ge er tingkat tinggi.

Awal 2008:

Dia mulai sering main ke kosan saya dan mengajak saya keluar rumah untuk jalan2. Tepat di malam tahun baru, kami bermalam baruan di bundaran HI. Ngocol bareng dan hanging out bareng sampe pulang pagi. Kesan: Dia cukup berwibawa, baik, rame, ngemong. Suatu hari, tgl 5 Januari, setelah mengantar saya pulang dari jalan2 bersama, tepat jam 12 malam dia ungkapkan perasaannya. Karena sudah kadung nyaman dan sayang (walo sayangnya baru sak ndulit), ya akhirnya saya terima dia sebagai kekasih saya (teilaa.. kekasiih..fit fiuuuu..!!)

Sejak itulah saya merasa bukan pribadi yang sendiri lagi. Saya belajar untuk bisa sharing, mengerti dan saling toleransi.

Pertengahan 2008:

Dia melamar saya untuk menjadi istrinya. Singkatnya, kami menikah di Salatiga. Alhamdulillah kami resmi menjadi suami istri.

Pertengahan 2008- pertengahan 2010:

Masa-masa pacaran sesungguhnya. Tawa, canda dan air mata jadi satu. Ujian demi ujian datang seperti ingin memporakporandakan cinta kami. Alhamdulillah, cobaan yang datang justru membuat kami belajar makna saling mencintai dan menerima, menjalani kehidupan rumah tangga sebenarnya. Alhamdulillah pula.. cinta kami bertambah kuat. Dari hari ke hari.

Agustus 2010:

Saya hamiiil!! Horeee!! Ini sudah minggu k-8. Saat2 penuh perjuangan telah dimulai. Mabuk, mual dll. Karena kehamilan saya datang pada saat bulan Ramadhan, saya tidak sanggup berpuasa. InsyaAllah berkah ramadhan kali ini dapat membawa kebaikan bagi kami. Jika semua lancar, anak pertama kami akan lahir pada april 2010. Mohon doanya yaaa…

Kalau aku mati nanti…

Kalau aku mati nanti,

Aku ingin mati sebagai syahid, yang rela mengorbankan nyawa demi Allah semata, yang rela memberikan jiwa ragaku ini hanya kepada Dia Pemilik Dunia.

Kalau aku mati nanti,

Aku ingin mati sebagai muslim. Aku ingin mati dalam keadaan baik, dan dalam keadaan beribadah kepadaNya.

Kalau aku mati nanti,

Aku ingin menghembuskan nafas terakhirku dengan berada di dalam dekapan orang-orang yang kusayangi dan menyayangiku, mungkin suamiku, anak-anakku, orang tuaku, sahabat-sahabatku dan saudara-saudaraku.

Kalau aku mati nanti,

Aku ingin mati setelah menunaikan kewajibanku, menjadi istri dan ibu yang baik, yang selalu dikasihi dan disayangi oleh keluargaku, yang telah melahirkan mujahid mujahid muda yang senantiasa berjuang di jalan Allah.

Aku sangat ingin bertemu denganNya, dalam keadaan iman islam yang tidak akan bisa tergantikan oleh nikmat apapun.

Kalau aku mati nanti, inilah yang ingin aku sampaikan:

1. Aku sangat mencintai dan menyayangi keluargaku. Ibuku: Titik Ruchayati, Ayahku: Suharyanto Anwar, Adikku: Putri Dwi Haryati, Eyangku: Djayus Wirjopranoto, dan Tanteku Siti Irianti. Dari mereka lah kisah hidupku berawal. Aku tidak akan menyebutkan apa saja yang aku dapat dari mereka. Aku hanya bisa mengatakan bahwa hanya pada merekalah aku berterima kasih atas segala pelajaran hidup yang aku alami. Kepada merekalah aku bersandar.

2. Aku ingin seluruh dunia tahu bahwa aku sangat mencintai suamiku, apapun dan bagaimanapun kondisinya. Di dunia ini dia adalah salah satu orang dalam posisi tertinggi dalam hatiku, dimana aku takut kehilangan sosoknya. Dialah belahan jiwaku, dan karenanyalah aku berani menghadapi cobaan hidup. Satu hal yang aku selalu ingat darinya adalah, dia orang yang sangat penyayang. Tidak sekalipun dia menyakitiku, walaupun aku telah melakukan kesalahan yang besar, dia selalu penuh kasih sayang menerima aku apa adanya. Aku sangat suka ciumannya dan pelukannya. Hangat. Dan saat dia mengatakan bahwa aku adalah cinta pertamanya, saat itulah aku yakin bahwa dialah cinta terakhirku dan dialah yang sudah memenangkan hatiku.

3. Aku sangat mensyukuri kehidupanku. Lahir dengan keluarga yang harmonis, damai dan sejahtera. Ayahku, Ibuku dan Adikku, kepada merekalah aku berterima kasih telah membekaliku jurus-jurus untuk menghadapi kejamnya dunia.

4. Aku sangat bersyukur sekali hidup dengan iman islam, menjadi muslimah yang selalu berjuang mengatasi ego diri sendiri yang kerap tidak mau bersyukur padaNya. Dan aku tidak takut apapun, bahwa semua yang berwujud pasti akan menghilang dengan sendirinya.

5. Aku sangat kecewa saat tahu bahwa hidupku tidaklah semulus yang aku bayangkan. Aku ingin selalu berada dalam kondisi damai dan tanpa sentuhan hitam. Namun aku sadar bahwa disitulah cobaan yg Allah berikan padaku supaya aku tegar dan naik derajad. Kemudian aku sangat bahagia dan bersyukur bahwa Allah mengujiku dengan cobaan-cobaan hidup.

6. Aku bersyukur bahwa saat aku berada dalam kondisi yang tidak baik dan terpuruk, aku memiliki dua senjata sebagai penolongku, yaitu sabar dan sholat. Alhamdulillah hingga kini aku merasakan manfaatnya. Aku akhirnya sadar, bahwa sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Subhanallah.

7. Aku sangat mencintai keluargaku dan keluarga suamiku. Kepada mereka lah aku membagi seluruh kasih sayangku, dan aku merasa mendapatkan kasih sayang berlimpah dari mereka.

Begitulah.

Kalau aku mati nanti, aku ingin saat aku menghuni “rumah masa depanku” yaitu kuburku, aku ingin kuburku lapang, cerah dan terang, penuh cahaya.

Kalau aku mati nanti, aku ingin bisa menjawab dengan sempurna pertanyaan yang diajukan oleh malaikat Munkar dan Nakir, akan siapa Tuhanku, apa agamaku dan siapa Nabiku. Karena tiga pertanyaan itulah awal dari nikmat dan siksaan di alam kubur yang akan aku terima nanti.

Kalau aku mati nanti, saat aku memasuki alam kubur, aku ingin dijauhkan dari siksa kubur yang amat pedih, diberi nikmat dan mendapat perlindungan dari Allah.

Dan kalau aku mati nanti, aku ingin mati dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, agar aku bisa mati dengan tenang, meninggalkan seluruh duniaku.

====

Sungguh indah nasihat Yazid Ar Riqasyi rahimahullah yang dikatakannya pada dirinya sendiri,

“Celaka engkau wahai Yazid! Siapa yang akan mendirikan shalat untukmu setelah engkau mati? Siapa yang akan berpuasa untukmu setelah engkau mati? Siapa yang akan memintakan maaf untukmu setelah engkau mati?”

Lalu ia berkata, “Wahai manusia, mengapa kalian tidak menangis dan meratapi dirimu selama sisa hidupmu. Barangsiapa yang akhirnya adalah mati, kuburannya sebagai rumah tinggalnya, tanah sebagai kasurnya dan ulat-ulat yang menemaninya, serta dalam keadaan demikian ia menunggu hari kiamat yang mengerikan. Wahai, bagaimanakah keadaan seperti ini?”

Lalu beliau menangis.

=====

Lalu aku menghela napas dalam-dalam,

Aku harus siap untuk mati! InsyaAllah..

Jakarta, awal Juni 2010

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.