Menuju Lebak Maja

Mulai besok, 16 Januari 2009, selama 3 minggu, saya menjadi jomblo, karena Mas akan bertugas selama 3 minggu untuk pelatihan pekerjaannya yang baru: Nggak boleh pulang, nggak boleh keluar. Dikarantina! Jadi selama 3 minggu ke depan, daripada saya diem aja di rumah, saya punya ide untuk menuntaskan keinginan saya yang terpendam, waktunya untuk menikmati sisi hidup saya yang lain, mencari seutas kebahagiaan yang sempat terenggut 2 tahun yang lalu: Menikmati Lebak Maja.

Untuk itu saya harus berargumen cukup lama dengan suami saya, agar saya diperbolehkan pergi ke sana, tempat dimana saya menemukan kebahagiaan sebagai perempuan, bebas menjadi diri sendiri dan menemukan cinta-cinta dari sahabat-sahabat saya. Argumen yang rumit, berbelit, dan akhirnya… Saya diperbolehkan pergi liburan ke Lebak Maja oleh suami tercinta! Aciiik..

Sejak bekerja di Jakarta, banyak hal yang saya pelajari, ujian demi ujian saya alami, dan seiring berjalannya waktu kok saya jadi sangat tertekan ya? Seperti ada yang miss..Apa yang miss ya?

Saya sangat menyukai pekerjaan saya sebagai profesional informasi. Namun saya merasa dari hari ke hari tekanan yang saya dapatkan sepertinya sanggup membuat saya tidak bisa berpikir seperti layaknya manusia. Saya berpikir seperti robot. Sedangkan saya bukan robot! Saya manusia! 100% masih tulen manusia.

Setahun kemudian, tekanan itu dapat dengan sempurna disembuhkan oleh hadirnya lelaki yang akhirnya menjadi suami saya, Mas. Dia bisa menjadi penawar luka, obat duka dan tempat membuang semua keluh kesah, resah dan gundah dalam pekerjaan saya. Akhirnya luka akibat tekanan itu dapat tertutup oleh pernikahan yang saya jalani pada Agustus 2008.

Setelah menikah, saya tulalit dalam bekerja, labil dan tidak bisa berkonsentrasi terhadap pekerjaan saya, dampaknya terasa dalam rumah tangga saya. Butuh waktu cukup lama untuk mendefinisikan semua. Setelah bergulat dengan waktu dan pemikiran yang menguras energi dan air mata, dengan dibantu suami, saya memutuskan untuk memperjuangkan kehidupan rumah tangga saya. How? Keluar dari pekerjaan saya.

Setelah (akhirnya bisa) keluar dari pekerjaan, kami pindah rumah. Hari-hari yang pasif tanpa pekerjaan profesional membuat saya berada pada masa peralihan. Sepertinya saya membutuhkan waktu yang tepat untuk menyembuhkan sesuatu yang miss pada mental saya. Aktualisasi dan karya saya yang dahulu meninggi harus saya dapatkan kembali, apapun itu bentuknya. Saya ingin mendapatkan pekerjaan yang membuat saya merasa nyaman dalam berkarya.

Hingga saat ini saya masih tetap setia menunggu kesempatan itu. Di sela waktu menunggu, saya pikir, inilah saatnya saya relaks sejenak dari kesibukan. Saya selami hati saya, lalu saya menemukan intuisi saya berbicara, sepertiya ada sesuatu yang belum tuntas yang masih mengganjal di hati..

Hmm.. Tiba-tiba saya kangen sekali dengan masa lalu. Saya ingin melihat sungai, sawah, desa dan lekukan bukit di Lebak Maja, tempat saya dulu tinggal. Saya merasakan, sejuta bintang ada di langit Lebak Maja setiap malam, pelangi pun selalu ada di tiap sela gunung yang berjajar disana. Hamparan bunga memenuhi jalan-jalan desa Lebak Maja. Ya! Intuisi saya menngatakan, saya membutuhkan pemandangan itu untuk saat ini. Itu saya harapkan cukup untuk membuat jiwa saya utuh kembali.

Sawah Lebak Maja

Sawah Lebak Maja

Saya berdoa, semoga setelah pulang dari Lebak Maja, saya akan bisa pulang ke rumah, dimana jiwa saya sudah kembali membulat, kembali utuh, karena saya menemukan apa yang miss, menyambut suami saya dengan hati yang membuncah, dan siap untuk kembali berkarya! InsyaAllah amiiin..

Iklan

7 Tanggapan

  1. kok ada orang2an sawah berbaju merah ya…hehehehehe

    *kabuuuuur*

  2. girang bangat tuh mbah blum pernah ke sawah kali , heheheeeeeeee ,wass

    • heheheee.. kok tau? sawah buat saya adalah sesuatu yg langka. makanya begitu nemu sawah, langsung norak deh. πŸ˜€ salam πŸ™‚

  3. wow indah sekali, nyaman sekali tinggal disana,
    fotonya ditambdah dong mbak

    • betul. nyaman sekali bagas.. lebak maja adalah desa di kecamatan tanjungsari sumedang jawa barat. alamnya masih perawan, masyarakatnya ramah dan udaranya bersih sekali πŸ™‚

  4. Teh sy org lebakmaja jg, tapi kok sy ga kenal ya?rumahnya sebelah mana?

  5. lebakmajana dmn ? saya jg rang lbmaja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: